Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 24:7 (TB2)
"Aku akan memberi mereka hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya."
Bayangkan Yeremia sedang berdiri di depan Bait Suci, dan di hadapannya ada dua keranjang penuh buah ara. Keranjang pertama berisi buah ara yang sangat baik, segar, dan manis—seperti buah sulung. Namun, keranjang kedua berisi buah ara yang sangat buruk, busuk, dan sama sekali tidak bisa dimakan.
Secara Narasi, penglihatan ini muncul setelah Raja Yekhonya dan orang-orang terkemuka Yehuda diangkut ke pembuangan di Babel. Bagi orang yang tinggal di Yerusalem, mereka merasa "beruntung" karena tidak dibuang. Sebaliknya, mereka yang dibuang dianggap "terkutuk". Namun, Tuhan membalikkan logika manusia. Tuhan menyebut mereka yang di pembuangan sebagai "buah ara yang baik". Mengapa? Karena di tengah penderitaan dan pembuangan itulah, Tuhan sedang bekerja untuk memulihkan hati mereka.
Secara Topikal, ada dua hal yang sangat aplikatif dari pasal ini:
- Penderitaan sebagai Proses Pemurnian: Terkadang situasi sulit atau "pembuangan" dalam hidup kita (kehilangan pekerjaan, kegagalan, atau masa sulit) bukanlah tanda kutuk, melainkan cara Tuhan memisahkan kita dari ketergantungan pada dunia. Tuhan menggunakan masa sulit itu agar kita kembali "mengenal" siapa Dia.
- Janji Hati yang Baru: Janji terbesar Tuhan bukan sekadar memulangkan mereka ke tanah air, tetapi memberi mereka hati untuk mengenal Tuhan. Berkat terbesar bukanlah fasilitas hidup yang nyaman, melainkan hati yang peka dan sinkron dengan kehendak Allah.
Buah ara yang busuk melambangkan mereka yang keras hati, yang merasa aman dalam zona nyaman mereka padahal sedang menjauh dari Tuhan. Hari ini, janganlah kita menilai berkat Tuhan hanya dari kenyamanan lahiriah. Jadilah "buah ara yang baik" dengan merespon setiap didikan Tuhan agar hati kita semakin intim mengenal-Nya.
5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
- Perspektif: Pernahkah Anda merasa "dibuang" atau mengalami masa sulit, namun kemudian menyadari bahwa di situlah Anda justru paling dekat dengan Tuhan?
- Kualitas Hati: Jika hidup Anda saat ini adalah sebuah keranjang buah ara, apakah buahnya terasa manis bagi sesama dan bagi Tuhan, atau justru pahit karena kekecewaan?
- Mengenal Tuhan: Menurut Anda, apa perbedaan antara "tahu tentang Tuhan" dan memiliki "hati untuk mengenal Tuhan"?
- Zona Nyaman: Mengapa terkadang kenyamanan hidup (seperti mereka yang tetap tinggal di Yerusalem) justru membuat seseorang menjadi "buah ara yang busuk" atau keras hati?
- Aplikasi: Apa satu hal praktis yang bisa Anda lakukan minggu ini untuk memelihara "hati yang mengenal Tuhan" di tengah kesibukan Anda?
Doa Penutup
Bapa di Surga, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang menyelidiki hati. Kami bersyukur bahwa di tengah masa sulit sekalipun, Engkau sedang membentuk kami menjadi buah ara yang baik. Berikanlah kami hati yang baru, hati yang sungguh-sungguh mengenal Engkau lebih dalam lagi. Jangan biarkan kenyamanan dunia membuat hati kami mengeras dan menjadi busuk. Biarlah hidup kami manis dan menyenangkan bagi-Mu. Amin.
BUAH ARA YANG BAIK: HATI YANG MENGENAL TUHAN