Skip to Content
Tentang Sinode Am GPI

Berakar dalam sejarah, bersatu menghadirkan kehidupan

Sinode Am Gereja Protestan di Indonesia memelihara persekutuan dua belas Gereja Bagian Mandiri dan melayani Indonesia sejak 1605.

1605Awal perjalanan
12Gereja Bagian Mandiri
1Persekutuan penuh
Latar belakang

Gereja Protestan tertua di Asia

Gereja Protestan di Indonesia, disingkat GPI, merupakan warisan Gereja Negara Hindia Belanda yang dahulu bernama de Protestantsche Kerk in Nederlandsch-Indie atau Indische Kerk. Perjalanannya dimulai pada 27 Februari 1605 di Benteng Victoria, Ambon, Maluku.

Pelayanan yang semakin luas mendorong jemaat-jemaat Indische Kerk dimandirikan menjadi Gereja Bagian Mandiri. Kemandirian itu tetap dirawat dalam persekutuan penuh, sehingga keragaman wilayah dan budaya menjadi kekuatan bersama.

Baca Sejarah Lengkap
Persekutuan Sinode Am Gereja Protestan di Indonesia
Misi kami

Tiga gerak pelayanan bersama

Visi diwujudkan melalui penguatan teologi, keberpihakan pada kehidupan, dan kelembagaan yang melayani.

01 — Teologi

Pemahaman yang pro-hidup

Mengembangkan pemahaman teologi dan ekklesiologi yang pro-hidup serta relevan bagi pergumulan gereja dan masyarakat.

02 — Kesaksian

Keadilan dan keutuhan ciptaan

Memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan dalam gerak bersama seluruh Gereja Bagian Mandiri.

03 — Kelembagaan

Pelayanan yang terintegrasi

Meningkatkan kualitas pelayanan kelembagaan guna menunjang gerak bersama di antara Gereja Bagian Mandiri.

Gereja-gereja mandiri dalam pelayanan, tetapi tetap memelihara keesaan dalam persekutuan penuh.

Dua belas gereja, satu panggilan

Kenali gereja-gereja yang bertumbuh dalam keragaman konteks Nusantara dan berjalan bersama dalam Sinode Am GPI.

Kenali 12 Gereja Bagian Mandiri