MENJAGA HATI SANG PENJAGA

Bacaan: 1 Tesalonika 5:12-13

Nats Alkitab: 1 Tesalonika 5:12-13 (TB2)

(12) Kami minta kepadamu, Saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegur kamu; (13) dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah dalam damai seorang dengan yang lain.

Bayangkan sebuah pertunjukan teater yang megah. Penonton seringkali hanya terpukau pada aktor yang berdiri di bawah sorotan lampu (spotlight). Namun, sebuah pertunjukan sukses karena ada sutradara dan kru yang bekerja keras di balik layar—mengatur alur, memastikan keamanan, dan kadang berteriak memberi instruksi agar tidak ada yang celaka.

Gereja pun demikian. Tuhan menempatkan pemimpin rohani (pendeta, penatua, pembimbing) bukan hanya untuk "tampil" di hari Minggu, tetapi untuk bekerja keras di balik layar kehidupan Anda.

Tema renungan kita hari ini adalah tentang Sikap Hati terhadap Otoritas Rohani. Ada tiga adegan penting yang perlu kita perhatikan:

1. Adegan Pertama: Beban yang Tak Terlihat (Kerja Keras)

Paulus meminta kita menghormati mereka yang "bekerja keras". Dalam bahasa aslinya, kata ini menggambarkan kerja fisik yang menguras tenaga sampai kelelahan.

Saudaraku, menjadi pemimpin rohani bukan sekadar profesi, itu adalah panggilan yang berat.

  • Saat Anda tidur nyenyak, mungkin mereka sedang bergumul dalam doa untuk masalah keluarga Anda.
  • Saat Anda menikmati liburan, mereka sedang mempersiapkan khotbah agar jiwa Anda mendapat makanan bergizi. Dalam teologi kami, pemimpin tidak dipilih karena mereka "superman", tetapi karena Tuhan memanggil mereka untuk memikul beban umat-Nya. Hargailah keringat rohani mereka yang seringkali tidak terlihat oleh mata kasatria.

2. Adegan Kedua: Kasih yang Berani Menegur (Disiplin)

Ayat 12 menyebutkan mereka yang "menegur kamu". Di zaman modern ini, orang paling anti ditegur. Kita ingin pendeta yang hanya bicara soal berkat dan motivasi. Tapi, bayangkan seorang dokter yang tahu Anda sakit parah tapi tidak mau memberi obat pahit karena takut Anda tersinggung. Itu bukan dokter yang baik; itu malpraktik!

Pemimpin yang sejati, yang dipimpin oleh Tuhan, akan berani menegur dosa Anda. Mengapa? Karena mereka peduli pada keselamatan jiwa Anda lebih daripada perasaan Anda sesaat. Teguran adalah bukti kasih sayang Tuhan melalui mulut hamba-Nya. Terimalah itu sebagai obat, bukan sebagai serangan.

3. Adegan Ketiga: Respon Kasih dan Damai

Bagaimana seharusnya respon "penonton" atau jemaat? Paulus berkata: "Junjung mereka dalam kasih." Hubungan kita dengan pemimpin rohani tidak boleh didasarkan pada transaksi (saya bayar persepuluhan, kamu layani saya), tetapi didasarkan pada kasih.

Ketika kita menghormati pemimpin, bukan berarti kita mengkultuskan manusia. Kita sedang menghormati Tuhan yang menetapkan jabatan itu.

  • Jika gereja penuh dengan orang yang suka mengkritik pemimpin, gereja itu akan rapuh.
  • Tetapi jika gereja penuh dengan orang yang mendoakan dan mengasihi pemimpinnya, maka "Hiduplah dalam damai" (ayat 13) akan menjadi kenyataan. Damai sejahtera di gereja dimulai dari ketundukan hati kepada otoritas yang Tuhan tetapkan.

Inti Ceritanya: Gereja yang sehat bukan gereja yang tanpa masalah, tapi gereja di mana umat-Nya tahu cara menghargai gembalanya, dan gembalanya tulus menjaga domba-domba-Nya.

Doa Penutup

Mari kita berdoa.

Bapa Kami yang di Sorga, Sang Gembala Agung jiwa kami.

Kami bersyukur karena Engkau tidak membiarkan kami berjalan sendirian seperti domba tanpa gembala. Terima kasih karena Engkau telah menempatkan pemimpin-pemimpin rohani—para pendeta, penatua, dan pembimbing—di tengah-tengah kami untuk menjaga dan mengarahkan hidup kami kepada-Mu.

Tuhan, ampuni kami jika selama ini kami sering menjadi jemaat yang hanya menuntut, yang sulit diatur, atau yang sering membicarakan keburukan pemimpin kami di belakang. Ubahkanlah hati kami hari ini. Berikan kami kerendahan hati untuk menerima teguran sebagai tanda kasih-Mu.

Kami berdoa khusus bagi para pemimpin rohani kami. Berikan mereka kekuatan ekstra, hikmat surgawi, dan ketahanan dalam memikul beban pelayanan. Lindungi keluarga mereka dan cukupkan segala kebutuhan mereka. Biarlah hubungan antara kami dan pemimpin kami dipenuhi dengan kasih dan rasa hormat, sehingga gereja kami menjadi rumah yang damai dan nama-Mu dipermuliakan.

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Kepala Gereja yang sesungguhnya, kami berdoa. Amin.



Masuk untuk meninggalkan komentar