Pendekatan ini dirancang untuk mengubah Litbang dari sekadar unit riset menjadi sebuah Think-and-Do Tank yang adaptif terhadap dinamika VUCA, sesuai dengan filosofi Synodus Synodorum.
Filosofi Perencanaan: Agile Think-and-Do Tank
Dalam model ini, Rencana Strategis (Renstra) lima tahunan dipecah menjadi Sprint Tahunan dan Siklus OKR (Objectives and Key Results) Kuartalan. Ini memungkinkan Litbang untuk melakukan "Pivot" atau penyesuaian strategi tanpa kehilangan arah pada visi besar Purpose-Led Strategy, Faith-Driven Execution.
A. Arsitektur Strategic Objectives (2025-2030)
Berdasarkan mandat dokumen tata kelola, Litbang memiliki tiga pilar utama: Data-Driven Navigation, Evidence-Based Policy, dan Execution Monitoring.
Strategic Objective 1: Data-Driven Intelligence Hub
Membangun infrastruktur data tunggal yang kredibel sebagai basis pengambilan keputusan bagi 12 GBM.
- KR 1: Terwujudnya Dashboard Sensus Digital Jemaat yang mencakup minimal 80% populasi jemaat di seluruh GBM pada tahun 2027.
- KR 2: Publikasi "Laporan Tahunan Kondisi Oikumenis & Sosial GPI" yang menjadi rujukan utama Sidang Majelis Sinode Am.
- KR 3: Integrasi data aset fisik dan legalitas 12 GBM ke dalam sistem Odoo Project dengan akurasi 100%.
Strategic Objective 2: Agile Policy Innovation (The "Think" Tank)
Menghasilkan naskah akademik dan rekomendasi kebijakan yang responsif terhadap isu disrupsi dan ketahanan sosial.
- KR 1: Produksi 2 White Paper strategis per tahun mengenai isu krusial (misal: Digital Theology, Green Church, atau Ketahanan Ekonomi Jemaat).
- KR 2: Tingkat adopsi rekomendasi Litbang oleh pengurus harian Sinode Am mencapai minimal 70% dalam setiap pengambilan keputusan strategis.
Strategic Objective 3: Transformation Catalyst (The "Do" Tank)
Mengawal implementasi teknologi (Odoo) dan peningkatan kapasitas SDM di tingkat GBM.
- KR 1: Keberhasilan migrasi operasional 12 GBM ke platform kolaboratif (Odoo/Strategic Toolkit) dalam 3 tahun pertama.
- KR 2: Penyelenggaraan "Strategy Execution Workshop" kuartalan untuk sinkronisasi target antar komisi.
B. Draft Rencana Kerja Tahunan (Siklus Agile)
Rencana ini dibagi ke dalam fase-fase yang dievaluasi setiap kuartal (Q).
Tahun 1: Foundation & Digitalization (Fokus: Infrastruktur)
- Q1-Q2: Audit data awal dan pengembangan kuesioner sensus digital (Mandatory Answer setting).
- Q3: Peluncuran modul "Strategic Consolidation & Alignment Toolkit" untuk sinkronisasi program antar GBM.
- Q4: Inisiasi inventarisasi aset fisik menggunakan fitur Chatter Odoo untuk dokumen legalitas.
Tahun 2: Analytics & Insight (Fokus: Pengolahan Data)
- Q1-Q2: Pengolahan data sensus pertama untuk memetakan demografi dan potensi ekonomi jemaat.
- Q3: Sosialisasi "Evidence-Based Policy Making" bagi pimpinan GBM.
- Q4: Penerbitan buku saku "Navigasi Tantangan Zaman" berbasis hasil riset lapangan.
Tahun 3-5: Optimization & Scaling (Fokus: Dampak & Keberlanjutan)
- Eskalasi penggunaan toolkit digital untuk monitoring kinerja komisi-komisi lain secara real-time.
- Evaluasi dampak Purpose-Led Strategy terhadap kemandirian ekonomi 12 GBM.
C. Mekanisme Operasional: Agile Ceremonies
Agar rencana ini tidak menjadi dokumen mati, Komisi Litbang harus menjalankan ritual manajemen modern:
- Quarterly OKR Check-in: Rapat tinjauan setiap 3 bulan untuk melihat progres Key Results. Jika suatu target tidak relevan lagi karena perubahan situasi, dilakukan penyesuaian (Agile Pivot).
- Backlog Refinement: Mengurutkan prioritas riset berdasarkan urgensi isu di GBM (misal: prioritas isu di GPI Papua mungkin berbeda dengan GPIB).
- Integration Check (Cross-Commission): Sesuai dokumen, Litbang bertindak sebagai "dapur". Q-Review harus melibatkan Komisi Dana atau Komisi Program untuk memastikan riset Litbang mendukung pencarian dana atau efektivitas program.
D. Analisis Risiko & Mitigasi (Model Failure Mode)
- Risiko: Rendahnya partisipasi GBM dalam pengisian data digital (Sensus/Odoo).
- Mitigasi: Menggunakan pendekatan Incentivized Data Entry (memberikan manfaat balik berupa data analitik yang berguna bagi GBM tersebut) serta penyederhanaan UI/UX pada Strategic Toolkit.
- Risiko: Perubahan pimpinan di level Sinode/GBM yang mengubah prioritas.
- Mitigasi: Mengunci Strategic Objectives dalam dokumen tata kelola formal namun tetap fleksibel di level Key Results.
Artikel Terkait/ Lanjutan:
Susun di Odoo
CONTOH DRAFT AGILE PLAN