
Ibadah pertama di Benteng Victoria
Ibadah pertama de Protestantsche Kerk in Nederlandsch-Indie dilaksanakan di Ambon, Maluku.
Lebih dari empat abad perjalanan iman, transformasi kelembagaan, dan panggilan pelayanan Gereja Protestan di Indonesia.
Sejarah GPI berakar pada masa kolonial Belanda. Setelah VOC dibubarkan, perubahan politik dan kebijakan gereja melahirkan Protestantsche Kerk in Nederlandsch-Indie atau Indische Kerk pada abad ke-19.
Sebagai gereja negara, urusan administratif, finansial, penempatan pendeta, hingga keputusan teologis berada di bawah pengawasan pemerintah. Memasuki abad ke-20, pertumbuhan jemaat, luasnya wilayah pelayanan, dan kesadaran kebangsaan menuntut bentuk gereja yang lebih kontekstual.


Sidang Besar tahun 1933 membuka jalan bagi pembentukan gereja-gereja mandiri berbasis wilayah, budaya, dan kebutuhan pastoral. GMIM, GPM, dan GMIT menjadi tonggak awal proses tersebut.
Sesudah kemerdekaan, nama Indische Kerk diindonesiakan menjadi Gereja Protestan di Indonesia. Sinode Am GPI hadir sebagai persekutuan yang memelihara keesaan, pembelajaran bersama, dan panggilan menghadirkan kehidupan.
Peristiwa-peristiwa penting yang membentuk GPI dan persekutuan Gereja Bagian Mandiri.

Ibadah pertama de Protestantsche Kerk in Nederlandsch-Indie dilaksanakan di Ambon, Maluku.

Seiring perpindahan pusat pemerintahan Hindia Belanda, kantor pusat gereja juga beralih ke Batavia.

Luasnya wilayah dan kebutuhan pelayanan mendorong gagasan agar wilayah-wilayah dapat dilayani lebih efektif.

Kerapatan Gereja Protestan Minahasa berdiri sebagai gereja mandiri tanpa intervensi pemerintah kolonial.

Rapat Besar memberi kebebasan kepada jemaat Minahasa, Maluku, dan Timor untuk menjadi GBM dalam persekutuan penuh.

Gereja Masehi Injili di Minahasa dideklarasikan sebagai Gereja Bagian Mandiri.

Gereja Protestan Maluku diproklamasikan di Ambon dan mengakar pada identitas masyarakat Maluku.

Gereja Masehi Injili di Timor berdiri mandiri dan melayani wilayah Nusa Tenggara Timur.

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat lahir dengan wilayah pelayanan luas dan multietnis.

Gereja Protestan Indonesia Donggala dimandirikan dari pelayanan GMIM.

Gereja Protestan Indonesia di Buol Tolitoli dimandirikan dari pelayanan GMIM.

Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo dimandirikan dari pelayanan GMIM.

Gereja Kristen di Luwuk Banggai berdiri dan bertumbuh dalam konteks Luwuk Banggai.

Gereja Protestan Indonesia di Papua dimandirikan dari pelayanan GPM.

Indonesian Evangelical Christian Church menjadi bagian dari GBM GPI.

Gereja Masehi Injili Talaud menjadi bagian dari GBM GPI.
Sejarah ini diteruskan oleh dua belas Gereja Bagian Mandiri dalam pelayanan yang kontekstual di seluruh Nusantara.
Jelajahi 12 Gereja Bagian Mandiri