Yehezkiel 37:4-5 "
Lalu firman-Nya kepadaku: 'Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.'"
Ada kalanya perjalanan hidup membawa kita ke tengah-tengah "lembah tulang kering". Mungkin itu adalah impian yang kandas, hubungan yang hancur, kerugian finansial yang tak terbayangkan, atau iman yang perlahan terasa gersang dan mati. Saat kita melihat sekeliling, yang tampak hanyalah hamparan keputusasaan dan ketiadaan harapan. Kita merasa seperti tulang-tulang yang berserakan, kehilangan daya, terisolasi, dan di dalam hati kita mulai bertanya-tanya, "Masih adakah masa depan dan pemulihan bagiku?"
Namun, di tengah kesunyian dan keputusasaan yang paling pekat, Allah tidak pernah tinggal diam. Dia tidak melihat lembah kehidupan Anda sebagai sebuah kuburan, melainkan sebagai panggung bagi keajaiban-Nya. Allah memerintahkan nabi Yehezkiel untuk melakukan sesuatu yang di luar logika manusia: memperkatakan firman kepada sesuatu yang sudah mati. Di sinilah letak keindahan kasih karunia Tuhan. Pemulihan kita tidak bergantung pada kekuatan kita sendiri untuk bangkit, melainkan bertumpu sepenuhnya pada kuasa Firman Tuhan dan hembusan Roh-Nya.
Ketika Nafas Kehidupan dari sorga itu berhembus, apa yang terpisah disatukan kembali. Apa yang hancur direstorasi. Suara derak tulang yang saling bertautan menjadi simfoni kehidupan yang baru. Jika hari ini Anda merasa berada di lembah yang kering dan mati, jangan pernah berhenti memperkatakan janji Tuhan atas hidup Anda. Izinkan Roh Kudus menghembuskan nafas-Nya ke dalam setiap kelemahan Anda. Sebab di dalam Kristus, tidak ada keadaan yang terlalu mati untuk dibangkitkan, dan tidak ada luka yang terlalu dalam untuk disembuhkan. Ia menjadikan kita pasukan yang hidup, tegak berdiri, dan siap menyatakan kemuliaan-Nya.
Pertanyaan Diskusi (Untuk Kelompok Sel)
Kapan terakhir kali Anda merasa seperti sedang berjalan di "lembah tulang kering" dalam kehidupan nyata Anda?
Menurut Anda, mengapa terkadang kita sangat sulit untuk percaya bahwa Tuhan bisa memulihkan keadaan yang di mata manusia sudah "mati" atau mustahil?
Yehezkiel disuruh untuk "bernubuat" atau memperkatakan Firman. Bagaimana kita bisa mempraktikkan hal ini saat kita menghadapi masalah berat sehari-hari?
Apa arti kehadiran Roh Kudus ("nafas hidup") bagi perjalanan iman Anda secara pribadi?
Area spesifik mana dalam hidup Anda (pekerjaan, keluarga, kesehatan, rohani) yang saat ini paling membutuhkan hembusan nafas kehidupan yang baru dari Tuhan? (Mari saling mendoakan).
Doa Penutup
Bapa yang bertakhta di dalam sorga, kami berterima kasih karena Engkau adalah Allah yang sanggup menghidupkan apa yang mati dan memulihkan apa yang hancur. Ampuni kami jika seringkali kami membiarkan keputusasaan mengaburkan pandangan iman kami. Hari ini, kami mengundang hembusan Roh Kudus-Mu, Nafas Kehidupan yang sejati, untuk masuk ke dalam setiap celah kehidupan kami yang terasa kering dan tak berpengharapan. Bangkitkanlah kembali iman, kasih, dan pengharapan kami. Biarlah melalui pemulihan yang Engkau kerjakan, nama Tuhan Yesus saja yang dipermuliakan di dalam dan melalui hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, sang Kebangkitan dan Hidup, kami berdoa dan bersyukur. Amin.